BULIMIA NERVOSA
Apa
Itu Bulimia?
Bulimia atau bulimia
nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan untuk
memuntahkan kembali makanan yang telah dimakannya.
Bulimia dapat dialami oleh siapa saja, terutama wanita dewasa dan remaja, yang merasa tidak puas dengan berat badan atau bentuk tubuhnya. Penderita bulimia cenderung melakukan cara yang tidak sehat untuk menurunkan berat badannya, yaitu dengan mengeluarkan makanan secara paksa, baik dengan memuntahkannya atau menggunakan obat pencahar.
Apa Penyebab Bulimia?
Penyebab utama bulimia belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu seseorang terkena bulimia, yaitu:
1. Faktor
keturunan
Jika salah satu anggota
keluarga inti (orang tua atau saudara kandung) menderita atau memiliki riwayat
bulimia, maka risiko seseorang untuk menderita kelainan yang sama akan
meningkat.
2. Faktor Emosional dan Psikologis
Risiko terkena bulimia
makin tinggi jika seseorang mengalami gangguan emosional dan psikologis, seperti
depresi, rasa cemas, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan obsessive
compulsive disorder (OCD).
3. Faktor Lingkungan Sosial
Bulimia dapat muncul
akibat pengaruh tekanan dan kritik dari orang-orang sekitar mengenai kebiasaan
makan, bentuk tubuh, atau berat badan.
4. Faktor Pekerjaan
Beberapa jenis
pekerjaan menuntut pekerjanya untuk tetap menjaga berat badan ideal, misalnya
model atau atlet. Tuntutan ini dapat menyebabkan pekerja tersebut mengalami
depresi atau bulimia.
Apa saja gejala Bulimia?
Gejala awal seseorang menderita bulimia adalah kebiasaan melakukan diet ketat dengan tidak makan sama sekali atau hanya mengonsumsi makanan tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit.
Kondisi ini terus berlangsung hingga penderita kehilangan kendali dan mengonsumsi makanan secara berlebihan, meskipun dirinya tidak merasa lapar. Kebiasaan ini muncul karena masalah emosional, seperti stres atau depresi.
Penderita akan merasa bersalah, menyesal, dan membenci diri sendiri, sehingga memaksa tubuhnya untuk mengeluarkan semua makanan dengan cara tidak alami, seperti menggunakan obat pencahar atau memaksa diri untuk muntah.
Gejala psikologis lainnya yang dapat muncul pada bulimia adalah:
- Merasa takut gemuk
- Selalu beranggapan negatif terhadap berat badan dan bentuk tubuhnya sendiri
- Kecenderungan menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial
- Rasa percaya diri rendah dan cemas
- Tidak mau makan di tempat umum atau di hadapan orang lain
- Tubuh terasa lemah
- Radang tenggorokan
- Sakit perut atau perut kembung
- Pembengkakan di bagian pipi dan rahang
- Gigi rusak dan bau mulut
Bagamaina cara mendiagnosis Bulimia?
Seseorang dikatakan menderita bulimia apabila mengalami gejala memuntahkan makanannya sekali dalam seminggu selama setidaknya tiga bulan. Untuk menentukan apakah seseorang menderita bulimia atau tidak, dokter akan mengajukan pertanyaan kepada pasien dan keluarga pasien.
Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti memeriksa kondisi gigi yang rusak atau terkikis akibat paparan asam dalam muntah. Pemeriksaan mata juga mungkin dilakukan untuk mengetahui apakah ada pembuluh darah mata yang pecah. Ketika muntah, pembuluh darah akan tegang dan berisiko pecah.
Selain memeriksa gigi dan mata pasien, dokter juga akan memeriksa tangan pasien. Penderita bulimia cenderung memiliki luka kecil dan kapalan di bagian atas sendi jari karena sering digunakan untuk memaksa diri agar muntah.
Tidak hanya pemeriksaan fisik, tes darah dan urine juga dilakukan untuk mendeteksi kondisi lain yang dapat menyebabkan bulimia dan memeriksa dampak bulimia dalam tubuh, seperti dehidrasi atau gangguan elektrolit. Dokter juga melakukan echo jantung untuk mendeteksi gangguan pada jantung.
Apa saja komplikasi yang muncul pada penderita Bulimia?
Bulimia dapat menimbulkan malnutrisi yang dapat merusak sistem organ dalam tubuh. Selain itu, bulimia dapat menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi akibat terlalu banyak cairan yang keluar melalui muntah.
Bulimia juga dapat memicu komplikasi yang bersifat serius dan bahkan berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi yang dapat muncul adalah:
- Penyakit jantung, seperti aritmia atau gagal jantung
- Gagal ginjal
- Depresi atau gangguan kecemasan umum
- Penyalahgunaan NAPZA atau alkohol
- Muncul dorongan untuk bunuh diri
Bagaimana cara mencegah Bulimia?
Langkah pencegahan bulimia belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, peran keluarga dan teman dapat membantu mengarahkan penderita bulimia ke arah perilaku yang lebih sehat. Cara yang dapat dilakukan adalah:
- Meningkatkan rasa percaya diri dengan saling memberikan motivasi untuk selalu hidup sehat setiap hari
- Menghindari pembicaraan yang berhubungan dengan fisik atau yang memengaruhi psikologis penderita, misalnya badannya terlalu kurus atau gemuk, serta wajahnya tidak cantik
- Mengajak anggota keluarga untuk selalu makan bersama keluarga
- Melarang diet dengan cara tidak sehat, seperti menggunakan obat pencahar atau memaksakan diri untuk muntah







